Tag Archives: singapura

Liburan Untuk Semua

Setelah mengikuti program Trainer for a Day di Dolphin Island; gua, Fahmy, Adis, dan Sarah, masih ada waktu beberapa jam lagi sebelum kami harus berkumpul di hotel untuk makan malam. Selisih waktu kosong itu memang diagendakan buat seseruan di wahana yang masih satu area dengan Dolphin Island: Adventure Cove Waterpark.

Adventure Cove Waterpark adalah taman bermain air yang gede banget dan masih termasuk dalam kawasan Resort World Sentosa, Singapura #RWSID. Tanpa panjang lebar lagi, di postingan kali ini gua akan ngejelasin beberapa zona yang sempet gua coba atau lihat selama di sana. Cekidot.

1. Adventure River

Cara terbaik memulai keseruan di Adventure Cove Waterpark adalah dengan mengambil ban dan pelampung, lalu menyusuri Adventure River. “Sungai” yang berarus pelan ini bisa bikin kita rebahan di atas ban dan menikmati setiap pemandangan sepanjang 620 meter. Ada air terjun, tetesan air dalam goa kelelawar, suasana hutan hujan tropis, dan masih banyak lagi.

Namun jangan khawatir bagi kalian yang pengen berenang di sepanjang sungai ini. Dengan kedalaman 0.9 meter, Adventure River memungkinkan bagi kalian yang ingin bergerak aktif. Bentuknya yang panjang dan berkelok-kelok dijamin bisa jadi arena membakar kalori buat kalian yang gemar berolahraga.

Gua sendiri memilih untuk mengambil ban dan memasrahkan diri pada arus sungai. Setelah seseruan di Dolphin Island selama 5 jam, kayaknya lebih bijak buat gua untuk bermalas-malasan sambil memanjakan diri dengan panorama yang disuguhkan Adeventure River.

Selain mata, telinga juga terpuaskan selama mengarungi Adventure River. Suara jangkrik di tengah hutan, suara kucuran air yang saling bertubrukan jadi soundtrack yang asik saat mata terpejam dan melepaskan penat di kepala.

Sebuah pengalaman yang syahdu.

2. Bluwater Bay

Di sepanjang Adventure River, kita akan dipertemukan dengan beberapa zona lainnya. Kalo kita pengen main suatu zona, tinggal berdiri dan berjalan keluar dari arus. Kalo udah selesai main, bisa balik lagi bermalas-malasan di aliran sungai. Ibarat sebuah kota, Adventure River adalah jalan arteri sementara zona lainnya merupakan mall atau restoran favorit.

Salah satu zona yang jadi favorit banyak orang adalah Bluwater Bay. Kita bisa merasakan asiknya terayun gelombang laut di zona yang berada di tengah-tengah Adventure Cove Waterpark ini. Bentuk zona ini menyerupai pesisir pantai, membuat kita seolah-olah berada di alam bebas meski sebenarnya sedang berada di wahana buatan manusia.

Setiap 15 menit, gelombang laut akan muncul dan orang-orang biasanya akan berlarian mengejar riak. Melemparkan diri ke ayunan gelombang yang seru namun juga menenangkan.

Jika kalian mengunjungi Adventure Cove bersama keluarga, Bluwater Bay adalah tempat yang cocok untuk dijadikan “basecamp”. Orang tua bisa duduk berteduh sambil memperhatikan anak-anak yang bermain dengan gelombang. Meski banyak lifeguard bertugas, sebaiknya anak kecil selalu ditemani dan mengenakan pelampung ya.

3. Spiral & Whirlpool Washout

Ini dia zonanya penikmat adrenalin rush. Continue reading

Advertisements

Feel the Dolphin Island

Tanggal 9-11 Mei kemarin, gua diminta @rwsentosaID untuk mengajak seorang teman pembaca ikutan traveling dan seseruan di Resort World Sentosa, Singapura. Teman pembaca yang beruntung itu bernama Fahmy Muchtar, yang gua pilih berdasarkan kontes sederhana #RWSID #BarengRoy beberapa minggu sebelumnya.

Selain gua, ada 4 blogger lain yang juga mengajak teman pembacanya. Ada Ariev si Well Planned Traveler, ada Mbok Venus si Family-packed Traveler, ada duo Pergi Dulu si Travel Couple, dan terakhir, ada Adis, si Gembel Backpacker.

Kami terbagi menjadi 3 kelompok, di mana gua dipasangkan dengan Adis untuk mengajak teman pembaca kami masing-masing buat mengalami exciting moments di Universal Studio Singapore, Adventure Cove Waterpark, The Ocean Restaurant, dan Dolphin Island.

Di hari kedua dari trip menyenangkan itu; gua, Fahmy, Adis, dan Sarah mendapat kesempatan untuk berkunjung ke tempat yang sepertinya menjadi puncak dari itinerary grup kami selama di #RWSID: Dolphin Island. Waktu tau gua harus ke Dolphin Island, awalnya gua menolak. Itu karena kemampuan berenang gua yang baru selevel batu nisan.

“Aduh, Nggi, gua ga bisa berenang,” rengek gua ke Anggi, sang mastermind dari acara ini, “Mending gua disuruh manjat gunung. Atau melompati lingkaran api. Lalu berguling dan sikap lilin setelahnya. Tapi jangan yang berbau-bau kolam renang gitu.”

“Tenang aja, Roy. Ga bakal tenggelem kok. Cuma main-main air aja.”

“Gua mending main bola deh daripada main air. Atau main lobby. Lobby utama.”

“…”

Namun usaha gua sia-sia. Gua ga menanam pohon percuma, tapi usaha gua ternyata berbuah percuma. Pohon percuma, berbuah percuma. Hm, mungkin ada baiknya gua mulai menanam pohon dada.

Tapi untung Anggi bersikeras meyakinkan gua bahwa semua akan baik-baik aja. Karena saat memasuki area Dolphin Island, gua langsung disambut dengan lumba-lumba yang melompat dan mulut gua yang menganga.

“Wuooo,” gumam gua, kagum.

Rasanya gua belum pernah sedekat ini dengan lumba-lumba. Satu-satunya momen di mana gua sangat dekat dengan mamalia adalah saat berada di kendaraan umum, berdesak-desakan dengan mas-mas bau keringat. Seinget gua, mas-mas termasuk dalam golongan mamalia, meski puting susunya ga produktif.

Anyway, sampai mana tadi? Oh iya, lumba-lumba.

Hari itu, gua, Fahmy, Adis, dan Sarah dijadwalkan untuk mengikuti program Trainer for a Day, di mana kami bisa merasakan gimana sih jadi pelatih lumba-lumba itu. Sebelum makin jauh masuk ke dalam area Dolphin Island, kami diminta untuk mengganti pakaian dengan swinsuit khusus.

“This is for you,” kata salah satu petugas dengan ramah, sambil menyodorkan salah satu swimsuit.

Setelah mengucapkan terima kasih, gua langsung coba memasangkan swimsuit tersebut. Thanks to my belly, bajunya ga muat. Gua pun mengembalikannya ke petugas, “What size is it?”

“It’s L. What size do you usually use?”

“XL. X, like in X-Men. Because I’m a moody person so I’m mut-mutant.”

“…”

Setelah semuanya siap dengan swimsuit, kami langsung diperkenalkan dengan beberapa trainer yang menjadi pedamping kami hari itu. Sebelum memulai terlalu jauh, gua langsung bilang kalo gua ga bisa berenang. Sang trainer meyakinkan gua ga akan ada pengaruh apa-apa. Mereka bilang gua bisa tetap bisa mengikuti semua sesi meski gua ga bisa berenang. No worries.

Sesi pertama dari Trainer for a Day adalah mempelajari anatomi lumba-lumba. Kami masuk ke kolam dan sang trainer menjelaskan tentang organ tubuh dan kebiasaan lumba-lumba dengan lumba-lumba asli sebagai peraganya. Apa yang membuat seekor lumba-lumba senang, dari mana asal suara yang biasa mereka keluarkan, bagaimana membedakan kelamin pria dan perempuan lumba-lumba, serta masih banyak lagi hal-hal baru yang gua pelajari hari itu. Continue reading

Juni 2014!

Bulan Mei kemarin, gua ngalamin beberapa kejadian seru. Jalan-jalan gratis pertama gua ke Resort World Sentosa Singapore, launching #FilmLuntangLantung, ketemuan sama Muhadkly Acho dan Soleh Solihun secara langsung, dan masih ada lagi hal-hal seru lainnya yang terjadi dalam hidup gua. Untuk itu, gua ingin menceritakannya sebagian pada bulan Juni ini. Karena kejadian seru harus bisa diabadikan, baik lewat tulisan ataupun gambar.

Salah satu yang udah ga sabar gua pengen ceritain adalah perjalanan gua bareng salah satu teman pembaca blog ke Resort World Sentosa pada tanggal 9-11 Mei 2014. Waktu itu, gua bikin kuis #RWSID #BarengRoy buat teman-teman pembaca. Kuisnya gampang, cukup share hal gila apa yang mau dilakuin kalo bisa ke #RWSID gratis #BarengRoy. Dan yang idenya paling gokil dan cara penyampaiannya lengkap itu… Fahmy Muchtar! Dia mau kayang dan berendem di kolam bola dunia Universal Studio! Gila ga tuh?

Serunya lagi, ke Singapura kemarin adalah pengalaman pertama Fahmy jalan-jalan ke luar negeri. Kalo ga ada halangan, gua bakal coba wawancaur dia dan ngorek-ngorek apa yang dia rasain dan gimana kesan-kesannya berkelana ke negeri orang untuk pertama kalinya.

Oiya, di blog ini juga ada beberapa hal baru yang coba gua capture dan share ke teman-teman. Pertama adanya 2 topik favorit baru. Kalo biasanya kalian bakal nemuin topik “Traveling” dan “Projects” di header bagian Topik Favorit, bulan ini gua menaikkan 2 kategori baru untuk menggantikan 2 kategori tadi. Dua kategori baru ini adalah “Stand Up Comedy” dan “Theme Park”. Continue reading

#RWSID #BarengRoy

Semua orang pasti suka kalo bisa melakukan sesuatu secara cuma-cuma. Apalagi kalo sesuatu itu adalah kegemaran kita. Melakukan hobi atau passion tanpa mengeluarkan uang sepeser pun itu kayak mimpi buat sebagian, atau malah, semua orang.

Salah satunya traveling.

Gua pribadi belum pernah traveling gratis yang seluruhnya dibayarin. Pernahnya yang sebagian gratis, sebagiannya lagi ditanggung sendiri. Entah makan, tiket, atau akomodasinya. Sekalinya full gratis, itu pasti dalam rangka kerjaan kantor atau keperluan talkshow. Belum pernah yang dibayarin penuh dengan tujuan pleasure.

Namun pucuk dicinta ulam pun tiba. Akhirnya kesempatan untuk traveling gratis akan datang dan bisa gua hapus dari bucket list. Tanggal 9-11 Mei nanti, gua diberi kesempatan untuk traveling ke Resorts World Sentosa (RWS) secara cuma-cuma! Gua bisa menikmati The Best Integrated Resort yang ada di Singapura tanpa merogoh kocek sendiri. Bisa memacu adrenalin di Universal Studios Singapore dan menikmati indahnya dunia bawah laut di S.E.A. Aquarium… gratis!

The Lost World - Jurassic Park Rapids Adventure

Hollywood Dreams Parade - Madagascar

Ancient Egypt - Revenge of The Mummy (Facade)

Dengan luas 49 hektar, RWS bukan hanya punya Universal Studios Singapore dan S.E.A. Aquarium, tapi juga menjadi tuan rumah bagi 5 hotel dan tempat penginapan papan atas lainnya. RWS jadi salah satu tujuan utama turis saat mengunjungi Singapura. Buktinya, mereka udah menampung 45 juta pengunjung di 3 tahun pertamanya sejak dibuka pada tahun 2010. Buat info lebih jelas tentang RWS dan atraksi apa aja yang ada di dalamnya, langsung aja deh ke situs Bahasa Indonesia-nya; rwsentosa.co.id.

Resorts World Sentosa udah berbaik hati ngundang gua untuk seru-seruan di sana secara cuma-cuma. Tapi mereka mengajukan satu syarat yang teramat penting:

Gua
Harus
Ngajak
Satu
Orang
Pembaca
saputraroy.com.

Yes, people, they are inviting you too.
Continue reading

Jatuh Cinta di S.E.A. Aquarium

Kecintaan gua dan pacar akan dunia satwa membawa kami ke The Marine Life Park’s S.E.A. Aquarium, Resort World Sentosa, saat traveling ke Singapura bulan Januari lalu.

Ketidakmampuan untuk berenang dan ketakutan akan tenggelam, membuat berkunjung ke aquarium seperti ini menjadi satu-satunya jalan bagi gua untuk tetap bisa menikmati dunia bawah laut. Apalagi jika aquarium yang gua kunjungin adalah aquarium terbesar di dunia!

Iya, sejak dibuka, S.E.A. Aquarium (South East Asia Aquarium) diakui sebagai aquarium terbesar di dunia oleh Guiness Book of Record. Terbagi ke dalam 10 zona, ada lebih dari 100,000 hewan laut dari 800 lebih spesies yang hidup di dalam 42.8 juta liter air. Aquarium ini juga telah menjadi rumah bagi 200 ikan hiu, termasuk hammerhead shark, dan yang paling unik, giant manta ray.

Untuk ke S.E.A. Aquarium, kita masuk melalui sebuah pintu besar yang akan mengarahkan kita ke The Maritime Experiential Museum. Museum ini berisi perjalanan seorang utusan kaisar Cina yang ingin menunjukkan kehebatan bangsa Cina ke bangsa-bangsa lain. Utusan itu dibekali sebuah kapal yang luar biasa besar dan diisi dengan berbagai macam barang hasil buatan bangsa Cina, seperti guci, sutra, barang KW super, handphone Huawei, dan lain-lain.

Iya, yang 2 terakhir itu becanda kok. Lanjut ya? Yuk.

Di sepanjang perjalanan, utusan Cina tadi menukarkan barang bawaannya dengan hasil khas negara yang dikunjungin, termasuk Singapura dan Indonesia. Dan museum ini merangkum kisah perjalanan tadi dengan menarik dan ga membosankan.

Selepas dari museum, gua menuju Typhoon Theater. Sebelum masuk ke teater, pengunjung disuguhkan sebuah cerita tentang utusan kaisar yang akan mengantarkan hadiah untuk raja negara sahabat. Diceritakan, penasehatnya bilang kalo cuaca lagi ga bagus, yang bisa menyebabkan kapal tengelam dan badan masuk angin. Tapi karena kalo ga berangkat ga bakal ada cerita, maka berangkatlah utusan tersebut beserta awak kapal pilihannya.

Selesai nonton cerita pengantar, masuklah kita bertiga ke dalam teater. Yang unik, teaternya berbentuk lingkaran penuh yang memberi efek 3 dimensi tanpa perlu pakai kacamata. Namun, saat di teater, gua terus berpikir, “Ini mana aquariumnya? Kok malah museum dan nonton?”

Jawaban atas pertanyaan tadi datang ga lama setelah film selesai. Diceritakan, kapal utusan kaisar kalah oleh alam dan tenggelam ke dasar lautan. Begitu pintu teater dibuka, mata gua langsung dihadapkan dengan selasar yang di ujungnya terdapat sebuah panel panjang yang biru banget. Membuat mata begitu teduh dan kaki ingin segera berlari mendekati.

panel kapal

panel kapal 2

Di dalam panel ini, ada bangkai kapal dan hadiah untuk raja negara sahabat yang diceritakan dalam teater tadi. Ini jadi seperti sambungan dan membuat kita seolah-olah ikut tenggelam dan merasakan apa yang utusan kaisar alami.

Jika The Maritime Experiential Museum memberikan kita pengalaman di atas kapal, maka Typhoon Theater menjadi jembatan agar kita bisa “tenggelam” dan merasakan sensasi dunia bawah laut di S.E.A. Aquarium. Sebuah konsep yang sangat menarik. Continue reading