Tag Archives: stand up comedy

Wawancaur: Podcast Awal Minggu

Salah satu hal yang rutin gua lakukan saat weekend dalam lima tahun terakhir ini adalah menikmati stand up comedy. Sejak komedi tunggal marak di Indonesia, gua mulai rajin mampir acara open mic, nonton event stand up, atau streaming komika favorit via Youtube.

Tapi kini, kegiatan itu ga cuma bisa gua alami saat weekend. Berkat Podcast Awal Minggu, sekarang gua bisa menikmatinya setiap hari Senin. Dan di wawancaur kali ini, gua akan ngobrol sama komika yang membidani Podcast Awal Minggu: Adriano Qalbi!

Sebelum melangkah jauh, gua ingin menceritakan tentang Podcast Awal Minggu sedikit. Podcast Awal Minggu adalah rekaman suara Adriano (dan kadang bersama bintang tamu) berceloteh tentang apa saja selama kurang lebih 1 jam. Siaran ini bisa dinikmati via Soundcloud atau Youtube, dan di-publish setiap hari Senin. Untuk tau link Podcast Awal Minggu, pantengin aja terus timeline Twitter @adrianoqalbi.

Nama Adriano Qalbi sendiri mulai gua kenal saat nonton event stand up We Are Not Alright. Dan sejak saat itu, gua selalu berusaha ga melewatkan event stand up yang ada nama Adriano Qalbi di posternya.

Pengamatannya akan hubungan asmara pria-wanita selalu berhasil membuat gua terpingkal. Bit-bit-nya yang jujur bisa membuat gua tertawa dan resah pada waktu yang bersamaan. Respon yang gua keluarkan saat nonton Adriano biasanya berupa, “Hahahahaaanjir, iya juga ya, haduh, terus gimana nih?”

Di wawancaur kali ini, gua akan nanya-nanya Adriano soal Podcast Awal Minggu, stand up comedy di Indonesia, dan tentang weekend. Daripada berpanjang lebar lagi, mari kita mulai wawancaur bulan ini.

Wawancaur adalah proses wawancara yang dilakukan secara awur-awuran. Pertanyaan disusun semena-mena dan boleh dijawab suka-suka. Proses wawancaur dengan Adriano benar-benar dilakukan via email. Wawancaur diedit sesuai kebutuhan. Gambar dipinjam dari sini. Terima kasih.

adriano

Halo, Dri! Lu kan dikenal sebagai seorang comic dan juga penyiar radio. Kalo diharuskan milih satu, lu akan pilih bekarya di stand up atau radio?

Stand up comedy. Selain karena kebebasannya, stand up comedy itu sangat therapeutic buat gue. It opens up my mind and humbles me at the very same time. Menghindarkan gue dari delusional akut.

Sekarang banyak komika yang main film. Kepikiran untuk merambah dunia akting? Ikutan di film Comic 8 berikutnya gitu?

Kalo ikut Comic 8 sih ngga ya. Tapi kalo apa pun yang berbau seni atau kreativitas, gue selalu berminat. Jadi pemahat aja gue pengen belajar kok. Kalo main film, permasalahannya adalah, apakah gue itu aktor yang baik? Kayaknya itu disiplin ilmu yang berbeda. Kalo ada yang ngajak sih, pengen juga belajar.

Komika lokal favorit lu siapa, Dri?

Kamga dan Chevrina.

Yang eks personil Tangga?

Iya.

Kenapa mereka, Dri?

Continue reading

Advertisements

Review Happinest Jakarta

Foto ini diambil di Balai Sarbini hari Sabtu lalu, ketika stand up special #HAPPINEST_JKT dari Ernest Prakasa dinyatakan selesai, sekitar pukul setengah sebelas malam.

Sebagai pemerhati karya Ernest, ketika selesai menonton stand up special-nya tahun ini, gua langsung membandingkannya dengan stand up special Ernest tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, begitu keluar dari ruangan, gua akan bertanya pada diri sendiri, apa acara kali ini lebih bagus dari tahun lalu?

Tapi setidaknya, stand up special Ernest selalu memberikan sensasi yang sama buat gua: penasaran sama performa opener-nya. Di Merem Melek ada Ge Pamungkas yang kemudian ditampuk sebagai juara 1 Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV season 2. Waktu Oriental Bandit, ada Barry Lim yang bikin gua ngakak sampe mukul-mukul bangku. Lalu saat Illucinati, ada Arie Keriting, yang meski ga selucu harapan gua, tetap bisa membuka acara dengan apik. Terus gimana dengan opener kali ini?

Namun jauh sebelum penampilan opener, Ernest udah mengejutkan penonton dengan sang pembawa doa: Soleh Solihun. Dengan rentetan kata semoga, Soleh berhasil mengocok perut penonton mulai di menit pertama. Semoga acaranya lancar, semoga manajemen Ernest kebanjiran job, semoga yang dateng sama gebetannya bisa jadian, dan yang paling epic, semoga yang suka pake sendal Crocs segera sadar bahwa sendal itu udah mahal, jelek lagi.

Selesai dengan doa yang diamini sambil tertawa, opener acara belum masuk juga. Karena kali ini, duo Ge Pamungkas dan Arie Keriting mendapat tongkat estafet dari Soleh untuk membuat rahang penonton pegal. Hanya melalui suara, keduanya membacakan peraturan selama acara berlangsung dengan setengah informatif, setengahnya lagi antara ngaco dan absurd.

“Selama acara berlangsung, dilarang merekam pertunjukan. Apalagi merekam penonton. Apalagi merekam penonton yang sedang merekam pertunjukan.”

“Bagi yang datang terlambat, hanya boleh masuk saat jeda acara. Ini aturan aneh ya, gimana caranya coba yang telat bisa tau aturan ini? Kan mereka telat?”

Geblek.

Akhirnya, di menit kesekian, empat opener masuk bergantian. Tiga opener pertama: Sakdiyah Ma’ruf, Chevrina Anayang, dan Sacha Stevenson, berhasil membuat empuk penonton. Dari tiga perempuan tersebut, menurut gua, Chevrina yang tampil paling menawan. Dengan bit-bit harsh but truth, Chevrina bagai petasan banting yang mengagetkan. Pepatah kecil-kecil cabe rawit pas banget disematkan untuknya malam itu. Sebuah penampilan yang membuat gua kepikiran, “Kalo Chevrina bikin stand up special bareng pacarnya, Kamga, kayaknya sih bakal super seru nih.”

Lalu muncullah Ardit Erwandha, si opener tetap Happinest tour. Dengan wajah bak pemain sinetron, Ardit tampil sangat tenang untuk ukuran komika dengan jam terbang yang belum terlalu lama. Bit Duo Serigala dilempar dengan santai tanpa terkesan vulgar. Penampilan Ardit malam itu mengingatkan gua akan Ernest di awal kariernya sebagai komika. Santai dan seperti effortless saat melemparkan punchline.

Rentetan pembuka ini membuat penonton sangat empuk. Soleh, Ge, Arie, dan empat opener tadi udah berhasil membuat rahang gua pegel, padahal sang pengisi acara utamanya sendiri belum muncul ke atas panggung. Lalu gimana dengan penampilan Ernest malam itu?

Continue reading

#GakSmartBanget Comedy Night

Hari Rabu malam kemarin, setelah berhasil menerjang kemacetan dan hujan deras di selatan Jakarta, gua dan pacar berkesempatan untuk nonton sebuah stand up show, #GakSmartBanget Comedy Night, yang dipersembahkan oleh Holiday Inn Express, bekerja sama dengan komunitas Stand Up Comedy Jakarta Pusat.

Stand up show ini merupakan bagian dari kampanye #GakSmartBanget yang beberapa minggu terakhir wara-wiri di lini masa. Dari 6 komika yang diplot untuk tampil malam itu, 3 di antaranya bener-bener baru buat gua. Berbekal rasa penasaran dan perut yang sedikit lapar, datanglah gua ke restoran Eatology, tempat berlangsungnya acara.

Setelah kenyang dengan makanan yang disajikan (pastanya enak banget lho, by the way), gua dan pacar langsung bergegas ke area acara. Sekitar pukul setengah 8, acara dimulai dengan bincang santai bareng narasumber Ibu Noeke Dewi Kusuma, Area DOSM dari Holiday Inn Express.

Holiday Inn Express sendiri adalah hotel masa kini yang sesuai bagi wisatawan yang berorientasi pada value. Hotel menengah (bukan hotel budget) dengan harga terjangkau namun memberikan kualitas layanan yang jauh di atas rata-rata. Salah dua layanan yang beda banget sama hotel sekelas lainnya adalah sarapan yang bisa di-grab and go sama fleksibilitas dalam memilih jenis bantal dalam kamar.

Buat pelancong dengan itinerary padat macam gua, sarapan model grab and go ini jelas membantu banget. Kalo lagi traveling, gua jarang berlama-lama di dalam hotel. Dengan sarapan yang diperbolehkan untuk dibawa pergi ini jelas sangat pas buat gua yang sangat memperhatikan waktu. Bener-bener cara yang smart.

Gara-gara acara semalam, gua jadi tau kalo ternyata jaringan Holiday Inn Express ini udah menggurita. Total udah ada 2,300 hotel di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, Holiday Inn Express udah hadir di beberapa kota besar dengan lokasi yang strategis. Intinya, Holiday Inn Express adalah pilihan yang ‘wow smart banget’ deh saat berpergian .

Selesai dengan bincang santai bersama perwakilan Holiday Inn Express, acara berlanjut ke #GakSmartBanget Comedy Night yang dibuka oleh Panca Atis.

Continue reading

Transformasi Seorang Komedian yang Menggugat

Ada 2 hal yang mengawali kecintaan gua terhadap stand up comedy di Indonesia. Pertama, bit Soleh Solihun di episode perdana Stand Up Comedy Metro TV yang “Dulu mau jadi macan mesti belajar ngilmu ke Banten. Sekarang mah ga usah susah-susah, kalo mau jadi macan, tinggal makan biskuit!”

Bit itulah yang akhirnya membuat gua memutuskan untuk berkelana mencari tau lebih banyak tentang aksi komedi tunggal di Indonesia. Dan pencarian itulah yang mempertemukan gua dengan hal kedua yang membuat gua semakin suka dengan stand up comedy di Indonesia.

Namanya Sam D. Putra. Atau lebih dikenal dengan penyebutan namanya yang dibarengi akun Twitternya: Sammy @notaslimboy. Gua pertama kali nonton dia berkomedi saat open mic di Es Teler 77 di daerah Jakarta Selatan, tahun 2011 lalu. Saat yang mencoba open mic kebanyakan anak muda, perawakan Sammy udah membuat dia stand out hari itu. Materinya sendiri ringan, keseharian, dan santai.

Namun jangan pernah bandingkan materinya 3 tahun yang lalu dengan materinya saat dia mengadakan stand up special Tanpa Batas Vol. 2: Komedian Menggugat kemarin. Pertunjukan tanggal 26 April yang lalu itu jadi ajang transformasi seorang Sammy.

Acara itu sendiri dibuka oleh komika yang… hm, yang apa ya? Oh, ini aja. Pertunjukan Komedian Menggugat kemarin dibuka oleh komika dengan bit-bit yang paling ngangengin: Rindradana. Iya, ngangenin. Gua belum menemukan komika lain yang punya bit seberani dia, namun dengan cara penyampaian yang sesantai dia. Sayangnya, Rindra jarang tampil, makanya ngangenin banget.

Rasanya sulit untuk membahas bit demi bit milik Rindra secara tertulis di sini tanpa menyebabkan pihak-pihak tertentu merasa tersinggung. Sebenarnya dia ngebahas Manchester United sih… tapi ya sudah lah ya.

Sayangnya, setelah dibuka dengan kampret banget oleh Rindra, momentum menurun karena 2 pembuka berikutnya ga seliar Rindra. Materi pembuka kedua yang ke-YKS-YKS-an bikin mood gua turun dan makin ga sabar menunggu kemunculan si empunya acara. Setelah opener ketiga turun panggung, akhirnya yang ditunggu pun nongol dari balik tirai.

tanpa batas

Dengan jas dan celana abu, Sammy membuka acara dengan ngegas penuh. Seperti yang gua bilang di atas, jangan bandingkan materi ini dengan materinya saat open mic beberapa tahun lalu. Isu-isu sensitif dengan cara penyampaian yang pokoknya-gue-mau-ngomong, bikin judul acara malam itu bukan hanya sekadar judul, tapi lebih seperti legitimasi.

Hari itu, penampilan Sammy memang tanpa batas. Continue reading

Wawancaur: Suketi Kuncoro

Kamis, 8 Mei 2014, #FilmLuntangLantung bakal rilis di bioskop kesayangan kalian semua.

Dalam rangka menyambut rilisnya film Luntang-Lantung, gua mau nge-wawancaur salah satu pemain yang terlibat di film itu. Seorang aktor baru yang juga pelaku stand up comedy di Indonesia: Muhadkly Acho.

Setelah berulang kali menyocokan jadwal dengan sekretarisnya, akhirnya gua dapet juga kesempatan untuk nge-wawancaur pria ganteng harapan bangsa ini. Di tengah sibuknya Acho menimba air dan menuangnya ke ember, gua berhasil nge-wawancaur pria yang ditampuk untuk memerankan Suketi Kuncoro, sahabat Ari Budiman yang jadi tokoh utama dari film Luntang-Lantung.

Gua sendiri udah sering liat penampilan Acho di atas panggung stand up. Mulai dari opener di Tanpa Batas, Little Man Big Problem, Stand Up Festival, dan yang terakhir saat Provoactive Proactive Stand Up Night 3 awal April kemarin. Kelihaiannya memilih diksi dan memainkan intonasi Betawi, jadi senjata utamanya memancing tawa penonton.

Kemampuannya mengocok perut di atas panggung udah ga diragukan lagi, tapi seberapa lihaikah Acho saat beraksi di layar lebar? Dan kenapa bisa dia yang akhirnya kepilih untuk memerankan Suketi Kuncoro? Dua pertanyaan tadi akan terjawab di wawancaur kali ini.

Wawancaur adalah proses wawancara yang dilakukan secara awur-awuran. Pertanyaan disusun semena-mena dan boleh dijawab suka-suka. Proses wawancaur dengan Acho benar-benar dilakukan via email. Wawancaur diedit sesuai kebutuhan. Gambar dipinjam dari sini. Terima kasih.

muhadkly acho

Halo, Acho! Kesibukan lu sehari-hari sebenernya apa sih?

Halo Roy. Kesibukan gua sehari-hari selain Model Catwalk makan tidur, gua bekerja sebagai Production Head di sebuah digital agency. Terus di luar jam kantor, gua juga sibuk stand up comedy di rice cooker TV dan off air event.

Ceritain dong gimana ceritanya bisa diajak casting dan akhirnya main di film Luntang-Lantung?

Continue reading