Tag Archives: surabaya

Eco Green Park & Jatim Park 2 – in Pictures

Jika lagi traveling ke Surabaya dan punya waktu luang, sempatkan diri untuk mampir ke kota wisata Batu. Di sana, ada 3 objek wisata yang layak untuk dicoba. Malamnya, kalian bisa ke Batu Night Spectacular, dan siangnya kalian bisa nyoba Eco Green Park dan Jatim Park 2.

Kali ini gua akan bercerita tentang kedua objek wisata itu, lewat gambar yang berhasil gua ambil selama di sana.

Cekidot.

jatim park (1)

Yang menyambut di pintu masuk Eco Green Park Continue reading

Advertisements

5 “Jangan Lupa” Jika ke Batu

Liburan kemerdekaan kemarin, gua traveling ke Surabaya bareng pacar dan keluarga. Ga hanya Surabaya, tapi kita juga mampir ke kota wisata terdekat dari Surabaya: kota wisata Batu.

Disebut kota wisata karena memang sebagian besar penghasilan kota tersebut berasal dari industri pariwisata. Mulai dari penginapan dan restoran, semuanya dibangun demi mendukung suksesnya pariwisata di Batu. Udara kota yang sejuk cenderung dingin memang sangat menopang status Batu sebagai kota wisata. Sejak tiba di Batu, tulang punggung gua menjadi lembek dan bawaannya pengen rebahan mulu.

Nah, bagi yang mau traveling ke Batu, baik sendiri, bareng pasangan, atau rame-rame sama keluarga, di postingan kali ini gua mau berbagi “jangan lupa” apa aja yang perlu diingat versi Roy Saputra. Seperti yang selalu gua bilang tiap kali gua ngepost tips begini, anggap aja ini sebagai bentuk sumbangsih gua buat bangsa dan negara.

Auwo.

1. Jangan lupa mampir ke restoran H. Sholeh!

Jika kita ke Batu dari arah Surabaya, maka hampir bisa dipastikan kita akan melewati restoran ayam goreng dan ikan bakar H. Sholeh… kecuali jika kalian ke Batu naik burung rajawali sama Mantili.

Restoran ini terletak di jalur utama Malang – Batu, kawasan Karangploso, tepatnya di jalan Kertonegara. Nanti adanya di sebelah kanan jalan. Cari aja spot yang rame di jalur sana, pasti itu restoran H. Sholeh… ya atau bisa juga yang rame-rame itu lagi pada nontonin kecelakaan lalu lintas.

Jangan lupa untuk mampir ke sini, dan tentu saja, makan. Jangan cuma mampir, foto-foto, lalu upload ke instagram. Pesanlah ayam goreng 1 ekor untuk porsi 2-3 orang. Ayam dengan ukuran sedang ini digoreng garing dengan bumbu yang meresap di setiap suwir dagingnya. Gurih dan menggoyang lidah banget!

Kalo kita pesen 1 ekor, kita ga hanya dapet komponen utama seperti paha dan dada, tapi kita juga dapet leher, ceker, sampe ati dan ampelanya. Lengkap banget. Jika kalian ada waktu luang, mungkin bisa sekalian maen puzzle nyusun ayamnya jadi utuh lagi.

h sholeh 1

Harganya pun sangat terjangkau. Untuk 1 ekornya, kita hanya perlu merogoh kocek sedalam 40ribu-an. Dan jangan lupa memesan makanan pedampingnya, seperti tempe tahu bacem, serta sambel terong.

Semuanya dijamin enak!

2. Jangan lupa ke Batu Night Spectacular!

Batu Night Spectacular, atau yang biasa disingkat dengan BNS, adalah pasar malam yang berisi wahana, atraksi, dan toko segala rupa.

Terletak berdekatan dengan Jatim Park 2 dan Eco Green Park, BNS menawarkan sensasi nongkrong malem-malem di cuaca yang sejuk menjurus dingin. Dengan uang 20ribu rupiah, kita bisa masuk dan melihat betapa serunya suasana malam di BNS. Eits, tapi hanya liat-liat aja. Karena kalo mau main, kita diharuskan untuk membayar 10-20 ribu per wahananya. Bagi yang bawa mobil, jangan khawatir. Parkir yang luas dan aman tersedia di 2 titik dekat BNS dengan biaya parkir yang sangat bersahabat.

Ada banyak wahana di dalam BNS yang patut dicoba. Kalo kalian pecinta adrenalin, coba masuk ke rumah hantu yang berada ga jauh dari pintu masuk. Bagi penggiat foto dan pengidap narsis akut, bisa masuk ke area lentera yang ada di sebelah kiri dari pintu masuk. Dengan uang 15ribu, kita bisa foto-foto seperti ini: Continue reading

Harga Budget, Rasa Jetset

Ketika traveling, baik sama keluarga ataupun sama teman-teman, gua selalu menginap di hotel yang enak di hari terakhir sebelum pulang. Ga cuma nginep, makanpun begitu. Kalo hari-hari sebelumnya gua makan sepotong sosis so nice buat sarapan, maka di hari terakhir gua akan makan lebih enak. Satu toples sosis so nice. Siapa tau pulang-pulang ke Jakarta, gua bisa angkat besi atau minimal bisa joget a la SMASH.

Taktik ini bertujuan untuk menciptakan kenangan yang baik tentang petualangan ataupun destinasi traveling kali itu. Tidur dan makan enak di hari terakhir pastinya akan meninggalkan kesan yang baik untuk diingat.

Jadi kalo ditanya, “Gimana kemaren traveling ke Zimbabwe?”

Karena hanya punya ingatan jangka pendek, gua akan menjawab, “Zimbabwe? Enak! Hotelnya bagus, makanannya juga enak-enak!”

“Meski cuacanya kayak di neraka dan orang-orangnya ada yang kanibal, enak?”

“Enak! Hotelnya bagus, makanannya juga enak-enak!”

Ga terkecuali saat tanggal 16-20 Agustus kemarin, saat gua, pacar, dan keluarga jalan-jalan ke Surabaya. Di hari terakhir, kami menginap di sebuah hotel yang lumayan berkesan. Namanya Artotel. Hotel ini adalah rekomendasi kerabat yang tinggal di Surabaya. Katanya, lokasi hotel ini berada di pusat kota, dekat dengan titik-titik keramaian Surabaya, jadi kalo malam-malam mau jalan bisa dengan mudah ke sana kemari. Letaknya di jalan Dr. Soetomo No. 79-81. Kalo penasaran, bisa juga telpon ke (031) 568-9000.

Begitu sampai di depan hotel, perasaa gua ga enak. Tebakan gua, harga nginep di sini akan juta-jutaan per malamnya. Dilihat dari konsep dan penampilannya, sepertinya kejadian saat gua salah masuk hotel di Filipina bakal terulang lagi (Belum tau ceritanya? Baca deh di #DestinASEAN).

Hotelnya emang ga gede sih. Ga kayak Grand Hyatt atau JW Marriot. Bentuknya mirip dengan hotel budget pada umumnya: susunan ruko-ruko yang dijebol jadi satu. Tapi begitu kita membuka pintu lobby-nya, gua berasa serem. Ga ada bau-bau budget sama sekali!

lobby

Lobby-nya ditata asimetris. Continue reading

Kuliner Surabaya!

Jika kalian hanya punya 1 hari untuk menggemukkan badan di Surabaya, mungkin kalian bisa mengikuti rute wisata kuliner gua di liburan kemarin.

Di tengah lelah mencari landmark-landmark kota Surabaya, gua, pacar, dan keluarga menyempatkan diri untuk mengisi perut dengan makanan dan jajanan khas kota pahlawan itu. Surabaya memang terkenal akan kulinernya yang banyak menggunakan petis dan berani bermain bumbu. Kebayang dong enaknya kayak apa?

Kebetulan, selama jalan-jalan ke Surabaya bulan lalu itu, gua ditemenin oleh kerabat jauh. Jadi, dia ini nyokap gua punya kakak, punya suami, punya kakak, punya anak. Jauh bener. Kalo naik angkot, bisa nyambung 2 kali. Tapi berkat teknologi, hubungan nyokap dan kerabat jauh ini masih terjaga dan hasilnya, dia mau nemenin kita selama di Surabaya.

Begitu semua urusan di bandara beres, kami langsung bergegas menuju beberapa landmark kota Surabaya sambil mencari kuliner yang pas di perut. Dan seperti yang gua bilang di atas tadi, kalo kalian cuma punya 1 hari untuk menggemukkan badan di Surabaya, mungkin kalian bisa ngikutin trayek wisata kuliner gua kali ini.

Keluar dari area bandara, kami langsung diboyong ke Depot Madiun Bu Rudy untuk sarapan. Kami semua pesan makanan khas depot Bu Rudy: nasi udang spesial. Nasi putih panas dengan taburan udang kering dan suwiran empal ga terasa berlebihan meski hari masih pagi. Dan siapa yang ga kenal dengan sambel Bu Rudy? Sambel bawang yang ga cuma pedes tapi gurih ini, bukan hanya jadi pelengkap, tapi juga primadona di makanan yang wajib dicoba ini.

Pagi-pagi makan sambel? Bodo amat!

Perjalanan menggemukkan badan berlanjut ke Madura. Setelah melewati jembatan terpanjang di Indonesia, kami tiba di Bangkalan hanya dalam waktu ga nyampe 1 jam. Tujuan utama kami di Madura hanya 1: makan siang dengan nasi bebek Sinjay. Tak usah gundah apalagi gulana dalam mencari bebek Sinjay ini. Keluar tol Suramadu, ikutin jalan utama dan lurus aja terus. Nanti kalo udah liat keramaian di sebelah kanan jalan, hampir bisa dipastikan itu adalah warung nasi bebek Sinjay.

Warung nasi ini luas namun sederhana. Alasnya hanya dari semen gelar dan gentengnya terdiri dari susunan asbes. Asbes ditambah guyuran teriknya matahari Surabaya? Selamat, Anda baru saja masuk ke sauna gratis! Suasananya panbangbro! Panas banget, Bro!

Tempatnya ga terasa nyaman untuk berlama-lama. Makanya begitu makanan keluar, kita langsung melahap makanan sampai ludes. Nasi bebek Sinjay sesederhana tempatnya. Hanya ada nasi panas, bebek goreng, dan sebagai pelengkap, ada lalapan dan sambel mangga. Yang pertama ter-highlight dari nasi bebek Sinjay adalah ukuran porsinya. Banyak banget! Ini seperti porsi untuk supir truk antar kota antar propinsi yang belum makan 2 hari. Nasi putih yang menggunung membuat gua sampai menelan ludah sebelum memakannya. Pikiran ‘habis ga nih ya?’ sempat bermain beberapa kali di kepala. Tapi bebek yang renyah dan sambel asem pedasnya yang menggigit, membuat gua lupa dan menyantapnya sampai habis. Endang bambang!

sinjay

Berbeda dengan bebek goreng yang pernah gua makan di Jakarta, Continue reading

Landmark Surabaya!

Jika kalian hanya punya 1 hari untuk mengunjungi Surabaya, mungkin kalian bisa mengikuti rute gua di liburan kemarin.

Tanggal 16 bulan lalu, gua, pacar, dan keluarga, jalan-jalan ke Surabaya. Gua dan keluarga memang punya ritual rutin untuk traveling setahun sekali di libur lebaran. Kesibukan bokap memaksa kami hanya bisa traveling setahun sekali. Makanya tiap libur lebaran tiba, kami ga pernah melewatkan kesempatan itu. Dan kali terasa lebih spesial, karena pacar pun ikut serta.

Tiket ke Surabaya udah dibeli jauh-jauh hari. Waktu itu, pilihan destinasi kami antara Surabaya atau Medan. Jika ke Surabaya, maka tujuan utamanya adalah Jatim Park yang ada di Batu. Sedangkan kalo ke Medan, danau Toba akan menjadi pusat itinerary. Setelah menimbang, memasak, dan menyajikannya selagi hangat, maka pilihan pun jatuh ke Surabaya. Karena keputusannya dibuat di bulan April, gua masih ada waktu untuk nyari-nyari tiket murah di deket libur Lebaran.

Akhirnya gua dapet tiket dengan harga yang lumayan, sekitar 700ribu per orang untuk pulang pergi. Ga murah-murah amat, tapi lumayanlah. Sebenernya ada tiket dengan harga yang sangat murah, kira-kira 300ribu pulang pergi. Namun jadwalnya mengharuskan kami untuk tinggal di Surabaya selama 24 hari. Jika lebih lama lagi, bisa aja gua memutuskan untuk mencalonkan diri untuk jadi lurah setempat.

Gua sengaja memesan penerbangan berangkat paling pagi dan penerbangan pulang paling malam biar ga rugi. This is an Indonesian-Chinese family trip, what else can you expect?

Kami take off jam setengah 6 pagi. Itu artinya, kami harus sampai bandara jam setengah 5 karena ada tas yang harus masuk bagasi. Itu artinya lagi, kami harus berangkat dari rumah jam setengah 4 agar bisa sampai bandara tepat waktu. Dan itu artinya lagi, kami harus bangun jam setengah 3.

OMG.

Nyaris aja gua memutuskan untuk ga tidur malam sebelumnya dan main halma sama genderewo agar ga tidur kebablasan. Namun akhirnya niatan itu dibatalkan karena gua tersadar bahwa genderewo ga bisa main halma. Main congklak lebih mungkin.

Hari yang dinanti pun tiba. Gua sekeluarga bangun jam setengah 3, mengusir genderewo, dan bersiap untuk pergi ke bandara. Kami bangun tepat waktu namun terlambat berangkat. Mobil yang membawa kami ke bandara berpacu dengan kecepatan di atas rata-rata yang telah ditetapkan Asosiasi Mobil Pengantar Ke Bandara Seluruh Dunia belum lama ini.

Namun berkat kecepatan itu, kami bisa tiba di bandara beberapa menit sebelum check in desk tutup. Dengan keadaan masih sangat ngantuk, kami check in dan setengah berlari untuk boarding. Di tengah kesibukan itu, nyokap sempet melambatkan kakinya dan menegur seseorang.

“Eh, ada Olga,” kata nyokap sambil senyum-senyum. Melihat reaksi nyokap, gua menerka bahwa yang disapa itu Olga Syahputra, MC acara musik Dahsyat, atau yang lebih dikenal sebagai banci temen Raffi.

Ingin memastikan, gua melihat ke arah orang yang disapa, menunduk malas, lalu memegang pundak nyokap sambil berkata, “Ma, itu Ruben.”

“Oh.” Nyokap mengeluarkan kata ‘Oh’ sama seperti yang seorang siswa biasa katakan saat baru aja tau jawaban ulangan karena terinspirasi teman sebelahnya.

Ruben Onsu hanya bisa cengar-cengir sambil terus berlalu. Nyokap salah mengira. Sama-sama banci sih, tapi kan beda. Tanpa ingin membahas siapa yang lebih banci, kami melanjutkan ketergesaan untuk bisa naik ke dalam badan pesawat. Duduk berderet dan kurang lebih satu jam kemudian, kami sampai di Surabaya.

Satu kata yang pertama melintas di kepala saat menginjakkan kaki di Surabaya: panbro! Panas, Bro!

Gua rasa kalo Lucifer lagi traveling ke Surabaya, dia pun cuma pake kutang ama celana pendek. Bukan cuma panas, tapi mataharinya terik banget. Panasnya sebelas dua belas sama panas ngeliat mantan yang baru putus tapi langsung jadian lagi sama orang lain. Bagi yang mau traveling ke Surabaya, disarankan untuk memakai pakaian yang nyaman dan jangan membawa mantan.

Begitu semua urusan di bandara beres, kami langsung bergegas menuju beberapa landmark kota Surabaya. Dan seperti yang gua bilang di atas tadi, kalo kalian cuma punya 1 hari untuk berkeliling Surabaya, mungkin kalian bisa ngikutin trayek liburan gua kali ini.

Yang pertama adalah Continue reading