Tag Archives: tablet

Mencoba Mengerti

“Ke Korea? Ngapain?”

Begitu tanya gua ketika mendengar salah seorang teman kantor mau traveling ke Seoul, Korea Selatan, selama beberapa hari.

“Ah, gua tau nih,” lanjut gua, sebelum si teman sempat menjawab, “Mau operasi plastik ya?”

Meski Korea Selatan terkenal sebagai negara yang mudah untuk melakukan operasi, ternyata bukan itu alasan teman gua ini mau traveling ke sana. Dia adalah satu dari ribuan orang yang menjadi “korban” demam Korea yang sempat melanda Indonesia. Dan traveling minggu depan itu akan seperti “naik haji” baginya.

Gua sendiri agak ga paham dengan mereka yang sangat menggemari musik pop Korea. Harus gua akui, musiknya sih memang enak. Bonamana-nya Super Junior, misalnya. Tempo up beat-nya bisa membuat kepala gua bergoyang otomatis mengikuti dentuman musiknya. Namun yang membuat gua ga paham adalah mereka belum tentu mengerti apa arti lagu Korea-Korea itu. Gua gagal paham, kenapa lagu dengan lirik bahasa yang sangat asing, kok bisa dinikmati segitunya?

“Emang lu ngerti liriknya?” tanya gua lebih lanjut karena penasaran ketika dia jelaskan alasannya.

“Ga sih,” jawab dia, “Cuma enak aja lagu-lagunya. Dan personilnya itu lho…”

“Kurang hormon testosteron?”

“…ganteng banget, Ayam.”

Personil boyband Korea ini juga salah satu hal yang membuat gua semakin kurang paham. Gimana mungkin para pria itu bisa menari sedemikian luwes tanpa asupan gula yang berlebih dan ancaman diabetes setelahnya?

Tapi kebingungan itu hilang ketika gua iseng nge-Youtube saat break kantor beberapa minggu lalu. Waktu lagi asik nonton Postmodern Jukebox via komputer kantor, di kolom sebelah kanan, muncul related video yang berhasil membawa kenangan gua terbang ke beberapa tahun lalu saat gua masih kuliah. Sebuah video tentang band yang lirik lagunya sama sekali gua ga mengerti.

Nama band itu L’arc en Ciel. Continue reading

Advertisements

Hal Menarik yang Gua Temukan di Internet Saat Break di Kantor

Bagi orang kantoran, break adalah masa transisi dari ketegangan yang ditunggu-tunggu oleh sebagian besar penghuni cubicle. Masa break biasanya dimanfaatkan bagi orang kantoran untuk makan siang, tidur kilat, wawancara di kantor sebelah, atau cuci mata di mall terdekat.

Gua pribadi jarang keluar ruangan kalo lagi break di kantor. Lebih sering di meja aja, nyelesaiin kerjaan kantor biar bisa pulang cepet atau mikirin strategi buat beberapa usaha sampingan yang lagi berjalan. Tapi kalo lagi ga ada kerjaan sama sekali, biasanya gua nge-browsing apa aja di internet atau nonton Youtube. Hal ini membuat gua ga jarang menemukan hal-hal menarik di internet, mulai dari informasi bagus, video lucu, atau bahkan berita nyeleneh nan absurd.

Nah, di postingan kali ini, gua mau berbagi beberapa hal menarik yang gua temuin di internet selama beberapa minggu terakhir ini. Hal-hal apa aja yang gua temukan saat break di kantor yang bikin gua mikir, ngikik, sampe terpukau. Semoga postingan ini bermanfaat dan menghibur nusa dan bangsa.

Here we go.

1. Duo Singo Barong

Setelah ramai dengan dua biduan dangdut yang bernama Dua Serigala, gua dan teman-teman kantor menemukan lagi duet penyanyi dangdut dengan goyangan yang ga kalah sangar dan dengan nama yang ga kalah hewani.

Namanya Duo Singo Barong.

Berbeda dengan Dua Serigala yang dikawal oleh dua punggawa dengan nama yang sangat membumi, Duo Singo Barong terdiri dari dua penyanyi dengan nama panggung yang luar biasa. Luar biasa absurd, lebih tepatnya. Mereka adalah… Rita Ratu Tawon dan Lia Capucino.

Yup, you read that right. Rita Ratu Tawon dan Lia Capucino!

Nama panggungnya kayak nama superhero ga sih? Gua kebayangnya Rita Ratu Tawon ini bisa bicara bahasa lebah dan ada jarum di pantatnya. Sementara Lia Capucino bisa mengendalikan capucino dengan pikirannya. Ibarat film kartun Avatar, Lia ini capucino-bender.

Goyangan Duo Singo Barong pun ga kalah heboh dengan Dua Serigala. Di salah satu video pertunjukannya, Duo Singo Barong menunjukkan kebolehan goyangannya yang liar cenderung binal. Setelah beberapa menit meliuk ke sana-sini, muncullah gerakan pamungkas yang bikin gua menganga dan geleng-geleng kepala.

Mereka… roll depan tiga kali.

Suer, mereka roll depan tiga kali di atas panggung. Setelah goyangan yang dapat memancing amarah FPI, Duo Singo Barong memutuskan untuk jongkok dan melakukan gerakan yang terdaftar resmi sebagai bagian dari senam lantai. Mereka roll depan. Roll depannya juga ga bombastis. Ga sambil lepas tangan atau mata enit gitu. Tapi ya, bener-bener roll depan biasa aja.

Gua jadi ngebayangin prosesi terciptanya gerakan pamungkas itu. Mungkin, di suatu petang, saat sedang latihan goyang sebuah lagu baru, Rita bertanya kepada Lia.

“Lia, jogetnya kayak gimana lagi ya? Baru dua menit, gerakan kita udah keluar semua.”

“Hmm,” Lia berpikir sejenak, “Gimana kalo kita… roll depan?”

“Brilian.”

“Roll depannya… tiga kali.”

“Fantastis.”

Mungkin, pembicaraan kayak gini juga yang terjadi saat keduanya sedang memikirkan nama panggung yang cocok untuk mereka berdua. Continue reading

#InLoveWithT3X

Belakangan ini gua lagi pusing, mumet, dan stres.

Itu karena tiga pekerjaan yang gua geluti saat ini menuntut gua untuk fokus penuh kepada tiga-tiganya. Ibaratnya, gua punya tiga istri dan ketiga-tiganya sedang hamil 9 bulan berbarengan. Semuanya sama pentingnya. Semuanya sama-sama meronta-ronta minta diperhatikan. Pusing.

Saat ini, gua bekerja sebagai bankir di salah satu bank swasta untuk mengasah otak kiri dan menopang kebutuhan pokok. Jika siang sebagai bankir, maka ketika malam gua berubah wujud menjadi blogger dan designer. Sesekali menumpas kejahatan.

Setelah pulang ngantor, makan, dan mandi, kegiatan malam gua banyak melibatkan otak kanan demi menunjang keinginan sekunder dan tersier. Biasanya gua isi dengan nulis blog atau nge-design kaos untuk Toko Bahagia; clothing line yang sedang gua rintis sejak awal tahun ini.

Kalo kerjaan kantor lagi menjulang, gua akan mengorbankan nulis dan nge-design demi bisa istirahat lebih di saat malam. Begitu juga sebaliknya. Kalo tawaran kerjasama menulis lagi banyak atau sedang siap-siap open pre-order Toko Bahagia, gua pulang tenggo dan fokus di depan laptop malam harinya.

Tapi sekarang, ketiganya perlu konsentrasi yang sama dari otak yang sama. Mumet.

Kerjaan kantor belakangan ini menuntut gua untuk mobile, away from desk, berkeliling dari divisi ke divisi, bertemu dengan beberapa rekan untuk membahas ini itu. Konten blog juga harus terus dijaga demi menjauhkan diri dari kemalasan yang bisa aja berakhir dengan blog yang hiatus. Toko Bahagia juga lagi digodok ulang dengan konsep baru yang sepertinya sayang jika ditunda peluncurannya.

Ketiganya seperti berkonspirasi untuk membuat tingkat stres gua setinggi pohon kelapa. Urgh.

Namun seperti yang pernah gua bilang di sini, secapek-capeknya orang sibuk kerja, lebih capek orang nganggur cari kerja. Banyaknya kesibukan ini bukanlah sebuah bad problem. It’s a good problem. Maka gua pun berhenti mengeluh dan memusatkan perhatian ke bagaimana cara mengurangi tingkat stres dari tiga pekerjaan tadi.

Setelah membuang alternatif untuk mempekerjakan tuyul dan jin tomang, maka gua tiba pada sebuah solusi. Gua perlu satu alat bantu yang bisa gua pakai untuk mendukung ketiga kesibukan ini. Sebuah gadget yang bisa gua andalkan.

Untungnya, akhir bulan kemarin gua memutuskan untuk menggunakan Advan Vandroid T3X. Tablet dengan layar 8.9 inch ini sepertinya bisa jadi teman dalam bahu-membahu terjangan kesibukan selama beberapa bulan ke depan.

advan T3X

Hal pertama yang gua perhatikan ketika membuka kotaknya adalah bobotnya yang lumayan ringan. Selain itu, finishing premium pada bagian back panel bikin Advan T3X terlihat gaya dan pas banget buat dibawa sebelah tangan.

Tampak luar memuaskan, tapi gimana dengan kemampuan dalemannya? Continue reading